Info Terbaru

Ebiet G Ade Malam Tahun Baru di Dumai

Written By dupor dp on 30 December 2011 | 20:20

DUMAI - DumaiPortal.com — Menyambut pergantian tahun, Ebiet G Ade untuk menghibur para pekerja Pertamina RU II Dumai. Sabtu (31/12) malam, Ebiet akan membawakan lagu-lagunya di gedung Sasana Suka, Bukit Datu, Dumai.

 “Konser Ebiet G Ade ini sengaja dilaksanakan guna menghibur para pekerja PT Pertamina, dalam menyambut malam pergantian tahun 2011 memasuki tahun 2012,” kata Pjs Kabag Hupmas PT Pertamina RU II Dumai, Kitty Andhora,  Kamis (29/12)

Dikatakan, konser Ebiet G Ade ini sifatnya hanya untuk internal pekerja Pertamina RU II saja, tidak untuk masyarakat umum. Konser Ebiet G Ade, dianggap cara yang paling tepat dalam menghibur jiwa pekerja, untuk merenungkan pergantian tahun 2011 ke 2012 itu nantinya.

“Lagu-lagu Ebiet G Ade itu selalu mengajak pendengarnya untuk merenungkan banyak hal. Karena thema thema yang dinagkat Ebiet G Ade lebih banyak yang bersifat sosial.dan ini tentunya sangat tepat kita tampilkan dalam malam pergantian tahun nantinya,” ujarnya. (dpo)

Lurah Baganbesar Dicopot

DUMAI - DumaiPortal.com - Ruswan, Lurah Bagan Besar, Kecamatan Bukit Kapur, Dumai, dicopot dari jabatanya. Lurah ini tersangkut penangkapan saat razia yang dilakukan jajaran Polsek Mandau beberapa waktu. Sementara Lurah Gurun Panjang, Hasan Basri yang positif menggunakan narkotika  masih ditahan di Polsek Mandau.

Wakil Walikota Dumai, H Agus Widayat mengakui pencopotan Lurah Bagan Besar berkaitan dengan penangkapan oleh Polsek Mandau beberapa waktu lalu. ”Ya, bisa saja itu salah satu penilaian Baperjakat yang mengharuskan dilakukan penggantian, karena lurah merupakan pengayom masyarakat,” sebutnya.

Selaku Ketua BNK Dumai, Agus mengungkapkan tidak akan memberi ampun kepada abdi negara yang terlibat dalam kasus narkoba.  “Bagi pemakai narkoba akan di pecat setelah ada keputusan tetap dari pengadilan. Karena sikap yang dilakukan sudah mencoreng image pemerintah di mata masyaraka. Untuk narkoba, tidak akan ada toleransi lagi,” tegasnya.

Mengenai rencana tes urine yang akan dilakukan dalam waktu dekat, Wawako menambahkan program tersebut akan direalisasikan dalam waktu dekat kepada seluruh pegawai. “Kapan waktunya, saya tidak bisa menyampaikan ke teman-teman wartawan, yang jelas tes urin akan segera dilakukan dan waktunya dadakan,”katanya lagi.

Kepala BKD Dumai, Syefranep Syamsir menyebutkan untuk Lurah Gurun Panjang yang saat ini masih ditahan oleh Polsek Mandau karena tersandung narkoba, pemerintah belum bisa mengambil sikap untuk menggantinya. Karena proses hukum tetapnya belum ada, dan pemerintah tidak mau gegabah melakukan pergantian. “ Karena jika itu dilakukan, kita kuatir dia (Lurah,red) keberatan dan melakukan gugatan. Hal itu yang kita hindarkan. Oleh karena itu, kita sedang menunggu keputusan tetap dari pengadilan,” katanya. (dpc/dpo)

Perompak Beraksi di Pelabuhan Dumai

Written By dupor dp on 29 December 2011 | 16:10

DUMAI - DumaiPortal.com – Kapal tanker MT Sichem Contester menjadi korban aksi perompakan yang terjadi Ahad (20/12) dinihari lalu. Sejumlah peralatan kapal dalam tanker berbendera Singapura itu berhasil digondol kawanan yang berjumlah lebih tiga orang itu.

Meski  terjadi empat hari lalu, namun pihak tanker atau pun perusahaan agen pelayaran tanker tersebut pun belum melaporkan peristiwa tersebut ke pihak berwajib. 

Kapolres Dumai AKBP RistiawanBulkaini SH melalui Satuan Polisi Air (Satpol Air) Polres Dumai AKP Wilsan Butar-Butar membenarkan pihaknya menerima laporan perihal aksi kejahatan tersebut. “Secara resmi kita belum menerima laporannya. Kita juga tidak tahu kenapa mereka tidak melaporkan,” ujarnya.

Meski begitu, kata Wilsan, pihaknya sudah mengetahui terjadi kejahatan tersebut. Dan ia sudah memerintahkan pada anggotanya untuk melacaknya. Tanker yang berencana membawa CPO dari Dumai ke India itu dimasuki perompak saat masih lego jangkar menunggu merapat ke dermaga.

Kronologis kejadian, para perompak sebanyak 3 orang menaiki kapal yang sedang berlabuh diatas perairan dan melakukan aksi pencurian dengan memasuki kamar mesin melaui jendela tingkap geladak. “Ini informasi dari pengakuan seorang kru kapal mesin melihat adanya orang tak dikenal masuk ke kamar mesin lantas membunyikan alarm tanda bahaya di kapal,” ujarnya.

Para perompak berhasil menggondol sedikitnya 20 spare part yang ada di tanker. Diantaranya dari piston ring # I,II, dan III, compression ring, crank pin bearing, fuel injector pipem spindle guide, starting air motor, conecting rod bolt, rocker arm push rod, fuel pump assembly, exhaust valve seat, suciton valve spindle dua buah, exhaust valve seat, suction valve seat, suction/exhaust, valve spring, valve rotator, cylinder exhaust gasket, cylinder head gasket. Total kerugian mencapai puluhan ribu dollar AS.

Belum ada kepastian apakah saat beraksi kawanan perompak itu menggunakan senjata api. Hanya saja, tidak ada anak buah kapal (ABK) yang terkena senjata atau terluka. “Informasinya tidak ada ABK yang menjadi korban kekerasan,” sebut Wilsan.(dpo)

Miliki Sabu, PNS RSUD Dumai Ditangkap

DUMAI - DumaiPortal- Seorang PNS yang bekerja di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dumai, Sup (34)  kedapatan menyimpan narkoba jenis sabu-sabu. Barang haram itu disita petugas di rumahnya di kompleks perumahan Fajar Indah, Dumai Barat.

Keterangan yang dihimpun, dari tangan Sup berhasil diamankan sabu-sabu tiga paket kecil. Penangkapan dilakukan petugas Satuan Narkoba Polres Dumai sekitar pukul 00.30 WIB, Rabu (28/12) dinihari.

Kapolres Dumai AKBP Restiawan Bulkaini saat dikonfirmasi melalui Kasat Narkoba Polres Dumai AKP Dodi Harza Kusuma, Rabu (28/12) di ruang kerjanya membenarkan adanya penangkapan tersangka yang diduga mengasai narkotika jenis sabu tanpa izin.

"Tersangka kita amankan di kediamannya bersama barang bukti narkotika jenis sabu yang disimpan tersangka didalam kamar tidurnya," jelas Dodi.

Dijelaskan Dodi, penangkapan terhadap oknum PNS itu dilakukan setelah melakukan pengembangan dari laporan yang diterima dari warga. Beberapa lama melakukan pengintaian, petugas kemudian mengrebek kediamanya. Dan benar, petugas mendapatkan sabu-sabu yang disimpan dalam kamarnya.

Tidak hanya sabu, petugas juga mengamankan  eperangka alat pengisap sabu, 2 buah mancis dan 1 buah HP Nokia type 1200, kotak bedak tempat penyimpan sabu-sabu tersebut. "Semua barang bukti tersebut sudah diamankan untuk proses hukum lebih lanjut," sebut Dodi pula.

Dirut RSUD Dumai, Faisal, yang dikonfirmasi wartawan mengakui sudah mengetahui ada penangkapan terhadap salah seorang pegawainya yang kedapatan memiliki sabu. Hanya saja, ia menyebutkan belum menerima keterangan resmi dari pihak Kepolisian.

"Saya sudah mengetahuinya. Tentu kita harus ikuti proses di kepolisian bagaimana selanjutnya. Apakah yang bersangkutan benar-benar tersangkut dengan narkoba itu atau bagaimana," tuturnya. Faisal sendiri mengaku prihatin bila pegawainya positif menggunakkan narkotika tersebut.(rpg/dpo)

Meningkat, Warga Berlibur ke Malaysia

Written By dupor dp on 28 December 2011 | 07:11

DUMAI - DumaiPortal.com - Liburan ke negeri jiran Malaysia makin menjadi pilihan bagi warga Sumatera. Hal itu terbukti dari peningkatan arus penumpang kapal ferry yang terjadi semenjak usai Natal. Peningkatan jumlah penumpang mencapai 50 hingga 60 persen dari hari biasa. Tidak hanya dari Riau, juga banyak warga Sumbar dan Sumut yang berangkat melalui Pelabuhan Dumai.

Bila biasanya rute Dumai-Melaka hanya dilayari satu kapal ferry setiap harinya, namun kini sudah menjadi dua kapal. "Setiap harinya dua kapal yang berangkat. Karena terjadi peningkatan penumpang," jelas Ayong, manajer PT Pelnas Lestari Indomabahari, perusahaan kapal ferry Indomal Express, Dumai Express dan Dumai Line. Ferry Indomal Express merupakan salah satu kapal yang melayari rute Dumai-Melaka.

Dihubungi via HP, Selasa (27/12) kemarin, Ayong menjelaskan kenaikan penumpang selalu terjadi tatkala musim liburan tiba. Pada liburan sekolah atau akhir tahun, arus penumpang dengan tujuan Melaka atau Port Klang selalu melonjak. "Tentu untuk berlibur tujuannya," ujarnya.

"Semenjak tanggal 26 Desember lalu, setiapnya harinya kita berangkat dua kapal ferry dengan tujuan Melaka," tuturnya. Dengan demikian, rata-rata setiap harinya ada 400 hingga 500 warga negeri ini yang bertolak ke seberang.

Pilihan menghabiskan hari liburan ke luar negeri, bagi warga Riau, Sumbar atau Sumut jauh lebih murah ketimbang pergi ke Jakarta atau Bali. Ongkos kapal ferry Dumai-Melaka hanya Rp470.000 untuk pulang pergi. Jumlah yang dua kali lipat harus dikeluarkan bila bermaksud ke Jakarta. Dan jauh lebih besar lagi bila ke Bali.

Selain Melaka, Genting Highlands dan Kuala Lumpur adalah tujuan favorit bagi wisatawan dari negeri ini. Ini bagi kalangan wisatwan yang berkantong pas-pasan. Sementara bagi yang punya uang lebih, banyak yang melanjutkan perjalanan hingga ke Bangkok, Thailand.

"Jauh lebih murah ketimbang ke Jakarta. Dengan biaya yang tidak begitu besar, kita sudah bisa berwisata ke luar negeri," ujar Mirwan, warga Bukittinggi yang bermaksud ke Melaka melalui Pelabuhan Dumai. Mirwan berangkat bersama istri dan dua orang anaknya.

Dan tidak hanya karena rendahnya biaya yang menyebabkan warga negeri ini banyak yang mengalihkan pilihan berlibur ke negeri Jiran itu. Tetapi juga karena pengelolaan pariwisata di sana yang dinilai sangat profesional. "Mulai dari transportasi, hotel, restaurant hingga di kawasan obyek wisata, kita dilayani dengan baik. Dan kita samasekali tidak perlu khawatir dengan aksi penipuan atu hal-hal negatif lainnya. Beda sekali dengan apa yang sering dialami di daerah sendiri," tutur Mirwan, yang sehari-harinya bertugas di salah satu bank di Bukittinggi.

Keterangan yang dihimpun di pelabuhan, keberangkatan liburan ke luar negeri juga banyak dilakukan dalam bentuk rombongan yang dikelola oleh perusahaan tour dan travel. "Banyak yang berangkat dalam rombongan, seperti rombongan dari perusahaan atau guru dan PNS," ujar seorang petugas Imigrasi.(rpg/dpo)

Lowongan Kerja PT Cipta Mapan Logistik (Linc Group)

Linc Group adalah perusahaan yang bergerak di bidang logistik dan distribusi membutuhkan karyawan yang memiliki semangat dan integritas tinggi untuk mengisi posisi sebagai berikut:

Site Supervisor
(Dumai - Riau)

Requirements:
    * Pria, usia maksimal 33 tahun
    * Pendidikan min D3 semua jurusan
    * Berpengalaman min 2 tahun di perusahaan logistik / transportasi / manufaktur
    * Pengalaman di bidang Packing Plant Cement Project menjadi nilai tambah
    * Mampu mengoperasikan komputer (MS. Office)
    * Memiliki leadership skill yang baik
    * Energik, dinamis dan pekerja keras
    * Bersedia ditempatkan di Dumai
    * Lebih disukai yang berdomisili di Dumai,

Send your application letter, CV & recent photograph to:
hrd@lincgrp.com

Please put the subject with the name of the position.

Penumpang Kapal Mulai Meningkat

Written By dupor dp on 26 December 2011 | 07:12

DUMAI - DumaiPortal.com - Bersamaan dengan libur Natal dan jelang akhir akhir tahun, arus penumpang di pelabuhan Dumai mengalami peningkatan yang cukup tinggi. Lonjak tidak saja terjadi dengan penumpang antar pulau, tetapi juga dengan tujuan luar negeri.

"Hari ini sudah mencapai 1.234 penumpang yang telah diberangkatkan. Jumlah penumpang  ini mengalami peningkatan cukup tajam dari hari biasa," kata Lukmanul, petugas Kesyahbandaran Adpel Dumai, Ahad (25/12).

Peningkatan penumpang ini berkaitan dengan libur Natal dan jelang akhir tahun. Dan karena sudah diprediksi, mengantisipasi lonjakan penumpang tersebut, pihaknya telah menyiapkan puluhan armada kapal penumpang, baik domestik maupun luar negeri.

Untuk keperluan transportasi keberangkatan dan kedatangan tujuan Dumai-Batam disiapkan sebanyak 15 armada kapal. Terdiri dari 11 kapal Dumai Ekpress dan kapal Dumai Line serta 4 kapal Batam Jet. "Sementara ntuk penumpang luar negeri tujuan Malaka dan Port Klang,Malaysia, telah disiapkan 6 armada kapal ferry," jelasnya.

Dikatakannya, seluruh kapal pengangkut penumpang diyakininya sudah melalui pemeriksaan fisik dan kelaikan laut oleh petugas untuk memastikan keselamatan pelayaran. Pihaknya juga memantau kondisi cuaca di perairan dan ketinggian gelombang laut untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

Berdasarkan data keberangkatan dan kedatangan kapal tercatat  3 armada kapal telah membawa 567 penumpang menuju Batam, Kepulauan Riau. Kapal ferry tujuan Port Klang membawa penumpang sebanyak 259 orang serta dua kapal lagi membawa 408 penumpang dengan tujuan Malaka, Malaysia.(rpg/dpo)

Bagansiapiapi, Kota Terbersih ke-2

Written By dupor dp on 24 December 2011 | 17:41

BAGANSIAPIAPI - DumaiPortal.com - Ibukota Kabupaten Rokan Hilir, Bagansiapiapi meraih piagam penghargaan sebagai kota kebersihan peringkat kedua tingkat Provinsi Riau.

Penyerahan piagam itu diberikan oleh Gubernur Riau, HM Rusli Zainal bersamaan dengan peringatan Hari Ibu ke- 85 yang jatuh pada 22 Desember lalu di Pekanbaru kepada Kepala Badan Penanggulangan Dampak Lingkungan (Bapedalda) Rohil, Azhar.

Dalam penilaian yang dilakukan oleh Tim Provinsi Riau, Bagansiapiapi meraih  kota terbersih nomor II setelah kota Bengkalis. Adapun kota terbersih 3 diraih oleh Siak. Piagam penghargaan kota terbersih untuk Bagansiapiapi tentunya menjadi kebanggaan tersendiri oleh masyarakat Kota Ikan itu, dikarenakan saat ini Bagansiapiapi tengah dalam penilaian Tim Provinsi Riau untuk kategori perebutan Piala Adipura 2012 mendatang.

''Kita mengucapkan terima kasih yang sebesarnya kepada seluruh warga Bagansiapiapi yang telah berpartisipasi dalam menjaga kebersihan lingkungan kota. Mudah-mudahan ke depan kita bisa meraih yang terbaik. Apalagi, saat ini kota Bagansiapiapi tengah menghadapi penilaian untuk kategori perebutan Piala Adipura tahun 2012 mendatang,'' sebut Azhar.(dpo)

243 Warga Dumai Terjangkit HIV/AIDS

DUMAI - DumaiPortal.com - Jumlah warga Kota Dumai yang terinveksi virus human immunodeficiency virus dan acquired immunodeficiency syndrome (HIV/AIDS) terus meningkat. Selama tiga tahun terakhir mencapai 243 kasus. Sebanyak 148 terinveksi HIV dan 64 warga dinyatakan positi AIDS.

“Penderita sebenarnya yang terinveksi diyakini jauh lebih banyak dari data yang dapat dikumpulkan. Sebab, banyak penderita yang tak terpantau, karena berbagai faktor. Salah satunya mereka malu untuk berobat,” kata H. Agus Widayat, Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Dumai yang juga Wakil Wali Kota, kepada wartawan, Jumat (23/12/11).

Menurutnya, jumlah warga yang tercatat tersebut karena adanya kesadaran warga untuk memeriksakan dirinya ke klinik Voluntary Consulting Test (VCT) yang tersedia di Puskesmas Dumai Timur dan RSUD Kota Dumai.

Dia berharap agar warga tak takut dan malu untuk memeriksakan dirinya ke klinik VCT. Sebab, data warga yang berobat tersebut tetap dirahasiakan. Layanan VCT sangat bermanfaat untuk memastikan warga terinveksi atau tidak. Selain itu, untuk menentukan tindak lanjut dalam memberikan pengobatannya.

Agus mengingatkan warga untuk mewapadai penyakit yang mematikan itu. Caranya, dengan jalan tidak melakukan seks bebas dan penggunaan jarum suntik bersamaan, yang biasanya digunakan dalam penyalahgunaan narkoba. Selain itu, penularan juga bisa melalui pisau cukur. Virus tersebut juga bisa terlular dari orang tua yang terinveksi ke anaknya.

HIV merupakan retrovirus yang menjangkiti sel-sel sistem kekebalan tubuh manusia (terutama CD4 positive T-sel dan macrophages– komponen-komponen utama sistem kekebalan sel), dan menghancurkan atau mengganggu fungsinya. Infeksi virus ini mengakibatkan terjadinya penurunan sistem kekebalan yang terus-menerus, yang akan mengakibatkan defisiensi kekebalan tubuh.

Sistem kekebalan dianggap defisien ketika sistem tersebut tidak dapat lagi menjalankan fungsinya memerangi infeksi dan penyakit- penyakit. Orang yang kekebalan tubuhnya defisien (Immunodeficient) menjadi lebih rentan terhadap berbagai ragam infeksi, yang sebagian besar jarang menjangkiti orang yang tidak mengalami defisiensi kekebalan. Penyakit-penyakit yang berkaitan dengan defisiensi kekebalan yang parah dikenal sebagai “infeksi oportunistik” karena infeksi-infeksi tersebut memanfaatkan sistem kekebalan tubuh yang melemah.

Sementara AIDS, menggambarkan berbagai gejala dan infeksi yang terkait dengan menurunnya sistem kekebalan tubuh. Infeksi HIV telah ditahbiskan sebagai penyebab AIDS. Tingkat HIV dalam tubuh dan timbulnya berbagai infeksi tertentu merupakan indikator bahwa infeksi HIV telah berkembang menjadi AIDS.(dzc/dpo)

Dishub Dumai Siapkan Perda Pajak Parkir

Written By dupor dp on 22 December 2011 | 15:44

DUMAI - DumaiPortal.com - Menggenjot pendapatan dari sektor perparkiran, Pemko Dumai melalui Dinas Perhubungan akan melaksanakan pemungutan pajak parkir. Saat ini, rencana pajak parkir itu sudah dalam bentuk ranperda akan segera disampaikan ke pihak dewan. Diharapkan tahun 2012 mendatang, pajak parkir tersebut sudah bisa diterapkan.

Dewasa ini, pihak Dinas Perhubungan Dumai tengah giat melaksanakan sosialisasi perihal keberadaan pajak parkir tersebut. Diawali dengan memberikan penjelasan kepada para petugas parkir di lapangan dan pihak perusahaan atau badan usaha yang punya kawasan parkir. Pajak parkir itu juga disosialisasikan kepada LSM dan wartawan.

"Sebelum ranperda pajak parkir kita sampaikan ke dewan, kita harus sosialisasikan terlebih dahulu kepada segenap pihak terkait. Kita inginkan semua komponen paham dan mengerti. Dengan demikian, ketika sudah disahkan menjadi perda, tidak ada lagi pihak yang mengajukan keberatan," tutur Kepada Dinas Perhubungan Dumai, H Marwan, saat menjelaskan perihal pajak parkir tersebut kepada kalangan LSM dan wartawan, Selasa (20/12) malam di Hotel Grand Zuri.

Dikatakan, seiring dengan diberlakukannya UU No. 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah dan UU No. 33/2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pusat dan daerah, maka setiap daerah diberikan kesempatan untuk menggali potensi daerahnya masing-masing guna meningkatkan PAD.

“Oleh karena itu Dinas Perhubungan Kota Dumai melakukan upaya optimalisasi pada sektor perparkiran dengan cara menggalakkan sosialisasi dalam memberikan kepahaman kepada pengelola dan pelaksana parkir, serta pemilik tempat lokasi parkir, agar mengetahui dan faham akan pungutan retribusi dan pungutan pajak parkir di kota Dumai," ujar Marwan didampingi Kabid Darat, Renhard Ronald.

Pungutan pajak parkir nanti akan diterapkan terhadap perusahaan dan penyedia lahan yang tidak milik pemerintah seperti perusahaan, perbankan, pertokoan dan mall. Sistemnya, sharing antara pemko dengan pemilik kawasan 30:70.

Dengan penerapan pajak parkir, pihak Dishub optimis akan mencapai target PAD dalam pemungutan retribusi parkir sebesar Rp700 juta. "Kita yakin, setelah penerapan pajak parkir ini, penerimaan dapat tercapai sesuai dengan target," tambah Renhard.

Sebelumnya, penerimaan dari retribusi parkir tidak lebih dari Rp150 juta setiap tahunnya. Meski cukup rendah, namun menurut Renhard, hal itu bukanlah karena ada permasalahan. Hal itu lebih disebabkan karena belum maksimalnya penggarapan. "Dibandingkan dengan investasi yang sudah dikeluarkan, pendapatan Rp150 juta itu sangat menggembirakan," kata Renhard.(rpg/dpo)

Realisasi PAD Dishub Dumai Rp21 M

Written By dupor dp on 21 December 2011 | 16:56

DUMAI - DumaiPortal.com - Realisasi pendapatan asli daerah Dinas Perhubungan Kota Dumai, Riau, hingga 30 November 2011 telah mencapai Rp21 miliar dari target Rp22 miliar. Kekurangan dari target diyakini dapai dicapai menjelang akhir tahun.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Dumai Marwan, Rabu,  mengatakan sumber penerimaan terbesar berasal dari retribusi pajak parkir ribuan truk pengangkut crude palm oil (CPO) di UPT Terminal Barang Kota Dumai.

"Penerimaan terbanyak pada sektor retribusi parkir dan penyewaan gudang di terminal barang dengan realisasi hingga akhir November 2011 mencapai Rp13 miliar," kata Marwan.

Ia mengatakan, menjelang berakhirnya tahun anggaran 2011, pihaknya optimistis bisa mengejar ketertinggalan target PAD yang sudah ditetapkan.

"Masih ada sumber penerimaan lainnya yang terdapat di seluruh unit kerja lingkungan Dishub," ujarnya.

"Masih ada sumber pendapatan di sektor perhubungan udara, laut dan darat yang bisa menambah penerimaan hingga akhir tahun. Ditambah lagi dengan pendapatan UPT Terminal AKAP dan Bandara Pinang Kampai," katanya.

Pencapaian realisasi yang diperoleh saat ini, menurut dia, belum terlalu optimal karena diakui masih ada sejumlah  penerimaan yang tidak tergarap maksimal, seperti potensi pelabuhan laut.

"Sedangkan di bidang udara hanya berpotensi beberapa ratus juta rupiah masuk ke kas daerah," ujarnya.

Ia mengatakan, pada tahun-tahun mendatang Dishub akan menggali sumber potensi PAD yang belum tergarap maksimal dan menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mendorong optimalisasi penerimaan daerah.

Salah satunya, kata dia, dengan mengupayakan payung hukum pengutipan pajak parkir 30 persen di hotel, restoran, bank, pertokoan, swalayan dan lingkungan kawasan industri di Kota Dumai. "Selain itu menertibkan perizinan pelabuhan pengumpul yang beroperasi di sepanjang daerah aliran sungai (DAS)," katanya.

Menurut dia, saat ini sejumlah peraturan daerah sudah disiapkan dan diharapkan secepatnya bisa dibahas lembaga legislatif  untuk  kepentingan legalitas perluasan objek pendapatan daerah.(ant/dpo)

Lowongan Kerja PT Magna Finance

PT Magna Finance adalah perusahaan pembiayaan mobil yang berkembang pesat dengan 24 cabang di seluruh Indonesia, membutuhkan profesional muda yang berani menghadapi tantangan untuk bergabung sebagai :

Credit Marketing Officer (CMO)
(Ujung Batu - Riau)

 Requirements:
    Pendidikan Min SMU atau sederajat
    Pria / Usia Maksimal 33 Tahun
    Pengalaman Min 1 Tahun sebagai CMO di perusahaan pembiayaan atau sebagai marketing di perbankan.
    Memiliki kendaraan bermotor dan SIM C
    Menyukai pekerjaan di lapangan
    Bersedia ditempatkan di Ujung Batu (riau)

Jika anda memenuhi kualifikasi tersebut, kirimkan CV anda ke :
natan@magnafinance.co.id

Jalan Masuk Dumai Kian Parah

DUMAI - DumaiPortal.com - Kerusakan yang terjadi dengan jalan pintu masuk ke Dumai kian parah. Dari jalan pintu masuk ke Dumai, hanya jalan melalui Bukit Timah yang tergolong agak baik. Sementara jalan Bukit Kapur dan Pelintung kondisi sangat susah dilewati. Jalan-jalan ini samasekali tidak tersentuh perbaikan karena Harnus beberapa waktu lalu.

Karena tidak ada jalan alternatif lain, lalulintas yang akan keluar atau masuk Dumai tetap harus melalui jalan-jalan yang rusak tersebut. "Mau jalan kemana lagi. Karena inilah yang harus ditempuh bila mau ke Duri atau Pekanbaru. Terlalu jauh bagi kita di sini untuk berbelok lagi ke  Bukittimah," ujar Anwar, warga Bukitkapur.

Meski begitu, tidak sedikit pula angkutan yang masih mencari-cari jalan alternatif. Seperti yang banyak dilakukan bus angkutan umum jurusan Dumai-Pekanbaru. Mestinya angkutan bus ini, setelah keluar terminal AKAP harus melalui Jalan Tuanku Tambusai dan terus ke arah Bukitkapur. Tetapi karena Jalan Tuanku Tambusai rusak, banyak bus AKAP yang mencuri jalan melalui Jalan Hasanuddin, Jalan A Yani dan terus masuk Jalan Soekarno Hatta.

"Jalan Tuanku Tambusai tidak bisa lewat. Ada dua truk CPO yang terpuruk di sana. Makanya kita ke jalan sini," ujar salah seorang awak bus Kembar Mandiri yang berhenti di dekat bundaran meriam, Selasa (20/12/11) siang.

Jalan Soekarno Hatta hingga batas kota di Rawa Panjang kondisinya pun tidak kalah parahnya. Bila hujan, makan ruas jalan akan berubah menjadi kolam-kolam yang bertebaran. Tidak sedikit mobil yang terperosok dan rebah dalam kubangan kolam tersebut.

Memperlihatkan kekecewaan mereka, sejumlah warga Bukitkapur kemarin malah menggelar aksi mancing di pinggiran jalan. Mereka menjadikan 'kolam-kolam' di tengah jalan sebagai arena pemancingan.

"Apalagi yang bisa kita lakukan, bang. Kita sudah muak dengan kondisi jalan ini. Diperbaiki setumpuk, tetapi jalan lainnya malah makin rusak," tutur Indra, warga Bukit Kayu Kapur.

Kerusakan di jalan ini malah sudah dimulai sejak dari Bandara Pinang Kampai hingga batas kota. Dan meski ada perbaikan, tetapi hanya dilakukan pada tempat-tempat tertentu. Berbeda dengan perbaikan yang dilakukan terhadap ruas jalan dari Pinang Kampi hingga pusat kota yang menyeluruh.(dpo)

PAN Dumai Gelar Pendidikan Politik

DUMAI - DumaiPortal.com - Mencerdaskan masyarakat dalam kegiatan politik, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Dumai menggelar kegiatan pendidikan politik untuk publik. Pendidikan politik yang bakal diikuti berbagai elemen masyarakat dan kader partai tersebut menghadirkan pembicara pengamat politik nasional DR Bima Arya dan pengamat politik Provinsi Riau Andi Yusran.

Ketua Panitia Pendidikan Politik Publik Syamsul Rizal, SE didampingi sekretaris Syaiful Azhar mengatakan kegiatan pendidikan politik publik yang dilaksanakan besok, Rabu (21/12), itu bekerja sama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Dumai dan Lembaga Pemberdayaan dan Pendidikan Anak Negeri (LP2AN) Kota Dumai.

“Pendidikan politik publik yang digelar PAN Dumai ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik kepada masyarakat tentang kegiatan politik dalam bernegara dan bermasyarakat,” ujar Syaiful Azhar, Wakil Ketua DPD PAN Dumai Bidang Pegkaderan tersebut dalam jumpa pers di Rumah PAN Dumai, Selasa (20/12).

Kegiatan tersebut akan diikuti sekitar 250-300 peserta yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat, seperti organisasi kepemudaan, tokoh masyarakat, perwakilan perempuan, mahasiswa, dan berbagai elemen masyarakat yang lainnya. Selain itu, juga diikuti semua pengurus DPD PAN Dumai dari berbagai tingkatan.

Bendera Merah Putih di Dumai Berkibar Siang Malam

Written By dupor dp on 20 December 2011 | 07:48

DUMAI - DumaiPortal – Ratusan bendera merah putih yang dipasang berkaitan dengan peringatan Hari Nusantara, Selasa (13/12) pekan lalu, masih belum diturunkan. Sudah sepekan, bendera-bendera itu berkibar tanpa diturunkan,

Bendera-bendera yan di pasang pada sejumlah jalan protokol itu dibiarkan berkibar 24 jam. Hujan yang turun tiga hari belakangan di Kota Dumai pun menyebabkan bendera kenegaraan itu basah kuyup.

Bendera-bendera itu ditempatkan pada u-turn atau perempatan Jalan Sudirman, Jalan Sultan Syarif Kasim dan Jalan Soebrantas. Didirikan pada tiang berderet lima pada masing-masing tempat, jumlah bendera yang dipasang tidak kurang dari 100 bendera.

Pembangunan tiang bendera yang ditempatkan pada jalur hijau pembagi jalan, memang ditujukan untuk memeriahkan kegiatan Harnus di Dumai. Pembangunan pun dilakukan bersamaan dengan penyediaan sarana dan prasarana Harnus lainnya.

Anehnya, bendera-bendera itu malah terpasang 24 jam. Tidak diturunkan menjelang malam, sebagaimana biasa perlakukan terhadap bendera negara. Meski bendera itu dilengkapi dengan tali, tetapi tidak terlihat ada petugas yang menurunkannya. Karena dibiarkan berkibar sehari semalam, tentu saja bendera itu berhujan berpanas.

Sepekan sudah Harnus selesai, namun bendera-bendera itu masih tetap terpasang.  Berhujan berpanas. Berbeda dengan umbul-umbul atau atau spanduk yang dipasang di sekitar lapangan Taman Bukit Gelanggang dan kawasan Pelabuhan Terminal Agro, sudah bersih semua.

Belum diturunkannya bendera merah putih yang berada di jalur hijau itu menjadi pertanyaan sejumlah pihak. Seperti yang disampaikan Herman, seorang pedagang pulsa di pertokoan Jalan Sudirman. Deretan sepuluh bendera di u-turn depan SPBU tidak begitu jauh dari kedainya.

“Kenapa bendera merah putih itu belum juga diturunkan ya?. Berkibarnya pun 24 jam. Mestinya, bendera itu kan harus diturunkan bila menjelang malam. Tiga hari ini hujan, bendera itu basah kuyup. Bendera merah putih lambang kebangsaan, bukan umbul-umbul. Kok diperlakukan begitu?” tanyanya.

Bambang, warga lainnya yang berkantor di Jalan Sultan Syarif Kasim pun mengaku heran. “Kita juga heran, soal bendera merah putih yang berkibar 24 jam itu,” ujarnya.

Belum didapatkan keterangan dari pihak panitia Harnus perihal bendera-bendera itu. H Syukri Harto, ketua panitia daerah Harnus yang dihubungi Senin (19/110 siang kemarin melalui seluler, handphone-nya tidak aktif.

Dalam Peratuan Pemerintah No 40 Tahun 1958 disebutkan bahwa bendera merah putih sebagai bendera kebangsaan dikibarkan pada siang hari, yaitu antara saat matahari terbit dan matahari terbenam. Dan hanya bisa dikibarkan tidak sesuai dengan aturan waktu tersebut dalam hal-hal luar biasa, yaitu pada waktu seluruh nusa dan bangsa sangat bergembira atau sangat berduka cita atau untuk mengobar-ngobarkan semangat semangat membela tanah air.(dpo)

Belajar Wisata Kuliner, Wako Dumai ke Surakarta

Written By dupor dp on 19 December 2011 | 11:54

DUMAI - DumaiPortal.com - Belajar soal wisata kuliner, Wali Kota Dumai dan sejumlah pejabat studi banding ke Surakarta, Jumat (16/12/11). Kota di Jawa Tengah ini dianggap sukses melaksanakan wisata kuliner

Selain wako, turut ikut dalam rombongan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Dumai, Junaidi Asnawi, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Investasi, Djamalus, Kepala Kantor Pelayanan Pasar Dumai, Suardi.

Dalam pertemuan dengan Wakil Wali Kota Surakarta, Rudi Hadiatmo,  Walikota Dumai memaparkan Visi dan Misi Walikota dan Wakil Walikota yakni menjadikan Dumai sebagai Kota Pelabuhan, Perdagangan, Tourism dan Industri (Pengantin) yang bersih, semarak, rukun dan Indah (Berseri) dipantai timur Sumatera. "Melalui visi kota Perdagangan, maka pemerintah akan mengembangkan sektor perdagangan dikota Dumai, salah satunya rencana pembangunan pasar Kuliner yang tujuannya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat kota Dumai," ungkap Khairul Anwar.

Dijelaskannya, saat ini Pemko Dumai sedang menyusun DED dan Master plan rencana pembangunan Wisata Kuliner yang dipusatkan disepanjang jalan Janur Kuning Kelurahan Jaya Mukti Dumai Timur. Wisata kuliner ini diharapkan menjadi pusat jajanan bagi masyarakat Kota Dumai maupun masyarakat luar daerah. Agar rencana ini terwujud, kata dia, pihaknya akan menggandeng pihak ketiga, untuk mensukseskan rencana pembangunan wisata kuliner di Kota Dumai.

"Surakarta adalah salah satu kota yang berhasil mengembangkan wisata kuliner. Oleh sebab itu, tujuan study banding guna mempelajari pengelolaan wisata kuliner yang baik sehingga selain dapat meningkatkan perekonomian masyarakat juga dapat meningkatkan PAD melalui resttribusi yang dikelola oleh kantor pelayanan pasar," jelasnya.

Asisten Administrasi Pemerintahan Surakarta, Joko Pangarso menjelaskan bahwa sebelum ddibuat wisata kuliner terlebih dahulu harus disusun DED dan Master plan. Fisibility study (FS) nya harus benar-benar dipelajari untuk masa depan pasar kuliner yang akan kita buat, sejhingga Kuliner wisata yang kita harapkan untuk menumbuhkembangkan perekonomian dapat berjalan dengan baik, sehingga memberikan kontribusi bagi peningkatan PAD.

"Kantor Pasar juga harus mempelajari minat konsumen, seperti makanan yang paling diminati agar pasar tersebut ramai dikunjungi serta layout pasar kuliner harus dibuat semenarik mungkin. Hal itu dapat dilakaukan dengan cara bekerjasama dengan sponsor," jelas Joko.(dpo)

PSU Pekanbaru, 21 Desember Libur

PEKANBARU - DumaiPortal.com -  Rabu, tanggal 21 Desember 2011, ditetapkan sebagai hari pelaksanaan pemjungutan suara ulang (PSU) pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pekanbaru. Dan pada hari itu ditetapkan sebagai hari libur.

Dengan keputusan tersebut, baik PNS, swasta maupun pendidikan kecuali hal-hal tertentu seperti pelayanan kesehatan diliburkan sesuai dengan peraturan dan persetujuan Gubernur Riau beberapa waktu lalu.

‘’Sebagiamana sudah ditetapkan dalam peraturan di mana saat pelaksanaan kegiatan pemilihan kepala daerah, daerah tersebut menjadi hari yang diliburkan. Penetapan ini sesuai persetujuan Gubernur Riau yang sudah diterima. Dengan begitu, Rabu nanti seluruh aktivitas kantor maupun di sekolah dan lainnya dinyatakan libur,’’ terang Sekretaris Kota Pekanbaru, HM Wardan, Ahad (18/12/11).

Dijelaskannya, sesuai aturannya pelaksanaan Pemilukada ditetapkan sebagai hari diliburkan. Dalam kondisi ini, seluruh instansi pemerintah swasta maupun kegiatan lainnya diliburkan.

Namun kembali kepada kebijakan masing-masing di mana pelaksanaan pemilihan yang mencapai pukul 13.30 WIB bisa saja perekonomian tetap dilaksanakan.

Khusus PNS dinyatakan libur sehari dan kembali beraktivitas keesokan harinya. Namun begitu, untuk pelayanan kesehatan diharapkan tetap beraktivitas usai PSU dilakukan.

‘’Itu sudah ditetapkan dan diharapkan dapat dilaksanakan. Hal ini terjadi juga karena kita ingin menyukseskan pelaksanaan PSU agar berjalan lancar dan partisipasi masyarakat untuk memilih wali kota dan wakil wali kota tinggi,’’ jelasnya.rpg/dpo)

UKM Dibina Bikin Sovenir PON

PEKANBARU - DumaiPortal.com - Pemprov Riau tengah menyiapkan ratusan pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di Riau untuk membuat produk unggulan sebagai cenderamata PON XVIII 21012 mendatang. Berbagai pelatihan pemasaran plus bagaimana mengemas produk secara kreatif pun bakal diberikan kepada para pelaku UMKM tersebut.

“Ada sekitar 500 pelaku UMKM yang akan kita berdayakan untuk menghasilkan produk unggulan khas Riau dalam rangka PON XVIII 2012. Paling banyak berasal dari Pekanbaru,” ujar Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop & UKM) Provinsi Riau, Raja Indra Bangsawan.

Indra mengatakan, berbagai produk unggulan yang dihasilkan nantinya bakal mencerminkan kekhasan masing-masing daerah di Riau. Bukan cuma makanan tapi juga pakaian dan pernak-pernik lainnya. Produk unggulan tersebut diantaranya, songket khas Riau, selai nenas, bolu kemojo, Lempuk Durian, produk kripik ubi.

“Kami meminta kepada pemerintah kabupaten/kota agar menyiapkan minimal 10 produk unggulannya. Nantinya, semua produk itu kita akan kita pasarkan di setiap venues PON yang tersebar di kabupaten/kota di Riau,” terang Indra seperti dikutip riaubisnis.com.

Indra mengungkapkan, pihaknya berharap peranan Pemda kabupaten/kota yang terlibat dalam pelaksanaan PON agar menyediakan sarana stan pameran produk UKM. Sehingga produk-produk tesebut tertata rapi dan menarik pengunjung.

“Contohnya memanfaatkan areal Purna MTQ Pekanbaru sebagai pemasaran produk cenderamata untuk PON dengan menyediakan berbagai stan pameran yang memudahkan para pengnjung PON XVIII yang ingin mencari suvenir,” pungkasnya.(*/dpo)

Dumai Tolak Usulan RTRW Provinsi


DUMAI - DumaiPortal.com - Berbeda jauh dengan pengusulan yang disampaikan berkaitan dengan luas kawasan hutan, Pemko Dumai tolak kajian Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Riau. Dalam kajian yang tengah dilakukan disebutkan bahwa kawasan hutan di  Dumai mencapai 69 persen dari luar keseluruhan kota.

"Kita menolak yang diusulkan tim terpadu kawasan kehutanan, Pemprov Riau dan pemerintah pusat yang menetapkan luas kawasan hutan tersebut. Apa yang disampaikan tim ini sangat jauh berbeda dengan yang kita usulkan," tutur Kepala Bappeda Dumai, Junaidi Asnawi, Ahad (18/12).

Dikatakannya, dalam RTRW Provinsi Riau sebelumnya ditetapkan bahwa kawasan hutan tidak lebih dari 37 persen dari luas wilayah kota. Sebelumnya, tambah Junaidi, pihaknya pun sudah mendapat informasi bahwa pihak pemerintah pusat menyebutkan luas kawasan hutan di Dumai hanya sekitar 47 persen.

Belakangan, didapatkan informasi bahwa tim mengusulkan lagi kalau luas hutan Dumai mencapai 69 persen. "Kita menolak usulan terakhir ini. Dengan penetapan luas kawasan sebegitu besar akan berdampak besar pada proses pembangunan," tuturnya. Junaidi mengaku tidak tahu kenapa diusulkan demikian besar.

Dengan penetapan luas hutan yang mencapai 2/3 dari luas wilayah, jelas Junaidi, akan menghambat laju pembangunan kota secara keselurahan. Sebab, wilayah terluas justru hutan dari pada pemukiman. Kondisi demikian juga akan berdampak pada anggaran pembangunan akan dikucurkan pemerintah pusat.

Permasalahan lain yang bakal banyak dialami adalah berkaitan dengan kawasan hutan dan perkebunan itu yang berada di pinggir kota. Terutama berhubungan dengan sarana dan prasarana transportasi. Juga terhadap pembangunan yang akan dilaksanakan di kawasan tersebut.

"Penetapan luas wilayah yang sebagian besar merupakan kawasan hutan, tentu akan menyulitkan pengembangan wilayah pemukiman," tuturnya.

Dewasa ini proses RTRW Probinsi Riau sudah masuk dalam tahap uji konsistensi, untuk penyempurnaan sebelum disampaikan ke Menteri Kehutanan. Setelah uji konsistensi selesai dibahas, tahap selanjutnya baru disampaikan ke Menteri Kehutanan. 

"Sebelum ditetapkan, Pemko Dumai dalam hal ini, sudah menyampaikan penolakan. Kita keberatan dengan penetapan luas kawasan hutan sedemikian besar," tegasnya.(dpo)

Lowongan Kerja PT DSL Indonesia

We are a foreign investment company with fast growing business who professional in Forlift and Accessories Biz. We are pleased to invite highly motivated, creative and innovative people with high level of integrity to join our team that seeks to inspire with clear career path and permanent employment.

Marketing Staff (MKTPKU)
(Pekanbaru Area)

Qualification :
    Minimum S1 Degree from any knowledge dicipline
    New graduates are welcome
    Have experience in marketing field, heavy equipment is more preferable
    Presentable, honest, hardworking, good personality, fast learner, target oriented and responsible
    Good communication, negotiation and interpersonal skill
    Able to communicate in English is preferable
    Computer literate
    Have own vehicle

Please apply if only you meet the requirements and send your application with complete letter complete document with CV, Copy of Certificate, ID Card, and recent color photograph(4x6) to below address :

PT DSL Indonesia
Jl. Rajawali/Gardenia no. 12 A,   
Kota Pekanbaru,   
Kecamatan Sukajadi,   
Kelurahan Harjosari   
Indonesia 28152

By e-mail to :
        hrdslid@gmail.com
        yayat_sa@dilok-ap.com

Banjir di Basilam Baru Meluas

Written By dupor dp on 17 December 2011 | 07:52

DUMAI - DumaiPortal.com - Genangan air di Kelurahan Basilam Baru, Kecamatan Sungai Sembilan justru semakin meluas saja. Jika sebelumnya banjir menggenangi pemukiman dibeberapa RT, namun kini semua pemukiman di Kelurahan Basilam Baru sudah tergenang air.

Diperkirakan, genangan air hingga kepemukiman warga sekitar, karena adanya air tanggul salah satu perusahaan jebol, ditambah lagi debit air hujan yang turun selama ini. Lurah Basilam Baru, Syaiful Nasir, Jumat (16/12/11) kemarin membenarkan semakin meluasnya banjir.

”Saat ini kondisi banjir sudah meluas, bahkan banjir hingga ke 22 RT yang ada di kelurahan kami semua terkena. Kalau pekan kemarin laporannya hanya menggenangi 582 rumah, kini banjir sudah menggenangi sebanyak 858 rumah warga,’’ ujarnya.

Dikatakannya, saat ini kondisi ketinggian air sekitar 20 cm, namun karena kondisi cuaca saat ini kerap terjadi hujan, maka dikhawatirkan ketinggian air akan terus bertambah, bahkan Jalan PU Lama airpun masih tergenang bahkan kondisi ini sulit untuk dilalui warga.

Ketika disinggung soal bantuan, Syaiful menjelaskan bahwa pihak kelurahan telah menyampaikan surat laporan ke PMI Kota Dumai dan Dinas Sosial untuk bantuan, yang kira-kira bisa diterima warga kelurahannya.

‘’Data tersebut sudah termasuk data dari Buluhala, namun data tersebut belum termasuk data untuk wilayah perkebunan dan pertanian warga, itu baru pemukiman saja,’’ ungkap Syaiful lanjut.

Karena itu, kelurahan dan kecamatan terus memantau perkembangan banjir yang terjadi, dan khusus untuk kecamatan beberapa waktu lalu langsung memberikan bantuan kepada warga, begitu mengetahui musibah banjir ini pertama kalinya.

Beberapa warga yang ditemui mengatakan, selama ini daerah tersebut tak pernah mengalami hal ini.”Kita menduga adanya tanggul salah satu perusahaan yang jebol, dan air mengalir ke pemukiman kami. Terus terang, udah bertahun-tahun tinggal di tempat ini kami tak pernah merasakanya dan ini babru sekarang,” jelasnya.(dpo)

Lowongan Kerja First Resources Limited

First  Resources  Limited  is  one  of  the  leading  oil  palm  plantation  companies  in  Indonesia.  We  are  an  upstream operator with primary business activities in the cultivation and harvesting of oil palms, and the  processing of fresh fruit bunches into crude palm oil for local and export sales. Established in 1992, we  are one of the fastest‐growing plantation companies in the region. Today, we manage more than 120,000  hectares of planted oil palm plantations and operate 8 palm oil mills in Indonesia.

Quality Control Analyst
(Dumai - Riau)

Job Description :
    Routine analysis of Raw, In-Process and Processed goods in Refinery, Fractionation, Biodiesel and Glycerin Plants.
    Supplying and Standardize Chemical Liquid for analyzing purposes.
    Recording and filing of analysis results.
    Reporting Analysis result to Processing division.
    Identify any quality threads and reporting to the supervisor.
    Inspection of Tank Storage, ISO-tank, Trucks.
    Making sure all the equipments used are well maintained and working smoothly.
    Willing to be placed in Pelintung, Dumai, Riau.

Requirements :
    Bachelor Degree from Chemical Engineering major.
    Fresh graduates are welcome to apply.
    Experience in Biodiesel would be an advantage.
    Computer skills in Laboratory is a must.
    Willing to be placed in Pelintung, Riau.

If you meet our requirements, please submit your application together with detailed resume not later than 7 days after this ad to : 
hr@first‐resources.com

Belum Ada Perusahaan Keberatan

Written By dupor dp on 15 December 2011 | 07:40

DUMAI - DumaiPortal.com - Berkaitan dengan penetapan upah minimum kota (UMK) sebesar Rp1.287.000 atau mengalami kenaikan sekitar 9.5 persen dari tahun sebelumnya, belum ada pihak perusahaan yang menyampaikan keberatan. "Paling tidak, sampai saat ini kita belum menerima surat pemberitahun keberatan," ujar Syamsul Bahri.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dumai itu mengharapkan semua perusahaan yang beroperasi di Dumai dapat melaksanakan ketetapan upah tersebut sebagaimana mestinya.

Terhadap UMK yang sudah mendapatkan persetujuan Gubernur Riau itu, tambah Syamsul, pihak sudah menyampaikan ketetapan tersebut terhadap semua perusahaan yang beroperasi di Dumai. Terkait dengan hal itu, pihaknya juga akan melakukan pengawasan terhadap perusahaan.

Besaran UMK yang sudah melalui pembahasan bersama Dewan Pengupahan Kota Dumai itu diharapkan dapat diterima oleh seluruh pihak dan dilaksanakan. "Kami harapkan perusahaan dapat langsung menerapkannya. Saya rasa semua pihak sudah menyepakati standar upah ini dan tidak akan muncul persoalan baru," ujarnya kemarin.

"Kita akan lakukan pemantuan agar penetapan upah itu dijalankan," jelas Syamsul. Untuk itu, juga akan dibentuk posko khusus guna menampung keberatan perusahaan atau penerimaan upah oleh karyawan yang belum sesuai dengan UMK baru tersebut.

"Sebagaimana ketentuannya, UMK tahun 2012 itu diterima karyawan pada gaji bulan Januari. Artinya penerimaan gaji bulan Pebruari atau akhir Januari sudah sesuai dengan UMK baru itu," tuturnya.

Dijelaskannya, penetapan besaran UMK didasarkan pada 6 indikator yaitu, kebutuhan hidup layak (KHL), inflasi kota, pasar kerja, indeks harga konsumen, kemampuan perusahaan, mengacu kepada upah minimum provinsi (UMP) serta UMK daerah tetangga.
"Kenaikan upah standar ini hendaknya dapat meningkatkan taraf perekonomian dan kesejahteraan para pekerja yang diimbangi dengan  semangat dan kualitas karyawan di perusahaan tempat dia bekerja," harapnya.(rpg/dpo)

Icon Dumai 'Lomek' Gencar Disosialisasikan

DUMAI - DumaiPortal.com - Promosi untuk mewujudkan Ikan Lomek sebagai icon Kota Dumai gencar dilakukan. Pada momen puncak peringatan Hari Nusantara (Harnus) XII, petugas kebersihan yang tersebar di dalam kota pun ikut berpatisipasi dengan memakai baju seragam berlogokan Lomek Fish (Ikan Lomek). Kalangan wartawan pun diberi kaos putih dengan logo lomek.

Tak seperti biasanya. Boleh jadi hari ini, Selasa (13/12), merupakan hari istimewa bagi pahlawan kebersihan yang selama ini memakai baju kuning itu. Bahkan, selama ini banyak diantara mereka memakai baju seragam kuning yang lusuh. Namun, hari ini mereka tampak rapi memakai baju kaos putih lengan panjang berbelang merah dan hitam. Di dada bagian kanan bertulis Harnus Tingkat Nasional, Kota Dumai 2011, yang dihiasi logo Ikan Lomek.

“Ya Bang, kami diberi baju kaos baru ini untuk dipakai hari ini. Katanya untuk ikut memeriahkan menyambut kedatangan Wakil Presiden Boediono,” ujar salah seorang petugas kebersihan, yang mengaku bernama Eni, Selasa (13/12/11).

Sehari sebelumnya, baju kaos yang sama juga dipakai sejumlah wartawan yang bertugas di daerah ini pada acara pembukaan pameran industri pertahanan, maritim, dan Usaha Kecil Menengah (UKM) di Terminal Agro Bisnis, Kelurahan Purnama, Kecamatan Dumai Barat. Pameran yang digelar pada 12-14 Desember dibuka Menteri Pertanahan (Menhan) RI Purnomo Yusgiantoro.

“Wah, ini bagus bajunya. Saya tak dapat baju ini,” ucap Berty, salah seorang panitia dari Kementerian Pertahanan (Kemenhan) sembari memegang logo Lomek Fish yang dipakai salah seorang wartawan, kemarin.

Promosi Ikan Lomek tidak hanya dilakukan melalui baju kaos, tapi juga dengan menyuguhkan masakan sup Ikan Lomek kesukaan Wali Kota Dumai Khairul Anwar kepada Menhan RI Purnomo Yusgiantoro saat mengunjungi stand pameran maritim, yang diikuti Dewan Kerajinan Daerah (Dekranasda) Kota Dumai.

“Ini sedap,” ujarnya didampingi Kepala Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Kota Dumai Ir. Syafrizal, M.Si sembari mengacungkan kedua jempolnya, setelah menghabiskan dengan lahap semangkok sup Ikan Lomek yang disuguhkan kepadanya. Dia pun menujukkan sikap takjubnya terhadap potensi dan kerajinan daerah ini.(dzc/dpo)

Lowongan Kerja PT Chevron Pacific Indonesia

Chevron, Headquartered in San Ramon, California USA and conducting business in 180 countries. Chevron is engaged in every aspect of the oil and natural gas industry, including exploration and production, refining, marketing and transportation, chemicals manufacturing and sales, and power generation. In Indonesia, Chevron is working in partnership with BPMIGAS (Executive Agency for Upstream Oil and Gas Business Activities) for its exploration & production business and Pertamina for the geothermal and power business and has long been recognized as significant oil and gas producer and geothermal and power provider.

Geophysicist Seismic
(Ext-48/TCL/EXP/CICO/EXPL/2011)
(Riau)

Summary of Job / Qualification :
    Chevron Indonesia seeks a high-caliber, experienced Indonesian National Geophysicist with proven leadership and skills in seismic data processing.
    The selected candidate will have a track-record of leading 3D seismic processing projects. She/he will work in Chevron's Jakarta Seismic Data Processing Center with a team of 6 processors plus support technicians.
    Seismic projects will include marine and land processing from Chevron and partner's operations in Sumatra, Kalimantan, West Papua, and Natuna Sea.

Responsibilities for this position :
    Provide strong seismic analysis and problem solving skills to identify challenges and design optimized workflows for high quality processing and imaging.
    Provide hands on seismic data processing, and quality control of land, marine, transition zone and ocean bottom cable seismic data.
    Plan and manage 3D seismic processing projects, including hardware, software and manpower resource requirements.
    Mentor geophysical staff (experienced processors) in seismic data processing especially noise and water bottom multiple elimination, velocity model building, and pre-stack time and depth imaging.
    Provide technical input to vendor processing contracts and provide quality control of vendor processing.
    Handle multiple projects and meet deadlines.

Required Qualifications :
    A Bachelor's Degree in Geophysics, Physics, Geology, or related earth science discipline.
    A minimum of 10 years of experience in 3D Seismic Processing, including trace processing, velocity modeling, and imaging.
    Recent 3D pre-stack time imaging, pre-stack depth imaging, and SRME experience.
    Strong analytical skills, with experience in data-driven investigation of algorithms, workflows, and technologies.
    Strong written and verbal communication skills.
    Strong project management skills and track record of project delivery.
    Demonstrated technical leadership - ability to provide direction mentoring to peers and customers.
    Flexible and open minded.
    Able to demonstrated the highest standard of integrity and ethical conduct in all business dealings and to builds and maintains trust, respects, and support others.
    Strong in seeking learning activities.
    Desiring to work in a multicultural and diverse organization.
    Willing to relocate to Chevron operations locations Riau

Education Level : S1 / D4
Minimum GPA : 2.75
Discipline :

    Geology
    Geophysics
    Physic

Open For : All Indonesian People
Work Area : Java
Work Schedule : 5-2
Minimum Relevant Experience : 10

For more information and how to apply, please go to
our e-recruitment website at www.chevron.formycareer.com

All applications are appreciated and will be treated confidentially.
Only qualified, short-listed applicants will be invited for further process.

Dua Dilepas, Satu Lurah Ditahan

Written By dupor dp on 14 December 2011 | 05:24

DURI - DumaiPortal.com - Menjalani pemeriksaan dan tes urine dan tidak ada bukti yang memberatkan untuk dijerat, akhirnya Senin malam (12/12) sekitar pukul 21.00 WIB seorang lurah dan oknum Ketua RT asal Kota Dumai akhirnya dilepas oleh pihak Polsek Mandau. Dengan demikian hanya Hasan Basri, Lurah Bagan Besar yang ditahan karena positif menggunakan sabu.

Kapolsek Mandau AKP Devy Firmansyah melalui Kasi Humas Aiptu Joko Utomo  menjelaskan, keduanya memang sudah diperiksa dalam test urine pada Ahad (11/12), tapi negatig mengunnakan narkoba. Namun, satunya lagi hasilnya positif telah menggunakan narkoba jenis sabu.

Oleh karena tidak ada bukti yang memberatkan, keduanya sudah dapat dilepaskan. Keduanya pun sudah mendapatkan pengarahan dari pihak Polsek, agar ke depannya tidak akan berbuat hal yang memalukan lagi.

"Dua orang itu sudah kita lepas, karena negatif dalam test urine, keduanya sudah menjalani berbagai pemeriksaan intensif. Karena tidak ada hal yang memberatkan, makanya keduanya sudah boleh dilepaskan. Kita juga sudah memberikan pengarahan agar tidak mengulangi perbuatan penyakit masyarakat di kemudian hari,"jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, ketiganya yang masing-masing Lurah Gurun Panjang, Lurah Bagan Besar, dan oknum Ketua RT, tertangkap tangan membawa sabu-sabu saat Tim Opsnal Polsek Mandau melakukan Operasi Giat di Simpang Bangko, Desa Sebangar, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Sabtu (10/12) lalu sekitar pukul 23.00 WIB.(rtc/dpo)

Dua Lurah Terancam Dipecat


DUMAI - DumaiPortal.com – Hal terburuk sepertinya akan terjadi dengan dua orang lurah yang tertangkap di Duri membawa sabu-sabu akhir pekan lalu. Dua lurah itu terancam diberhentikan selaku PNS. Dua lurah itu kini menjalani penahanan di Mapolsek Mandau, Bengkalis.

“Selaku PNS mereka jelas melanggar PP No 53 tahun 2010 tentang displin pegawai. Ancamannya dipecat bila proses hukum sampai dengan vonis empat tahun penjara,” ujar Wali Kota Dumai, Khairul Anwar, Senin (12/12) seperti ditulis Riau Pos.

Menurut wako, pihaknya tidak bisa mentolerir kelakuan kedua aparat tersebut. “Semuanya kita serahkan prosesnya pada pihak polisi. Bila memang terbukti kebenarannya, mereka tentu harus mempertanggungjawabkan sesuai dengan ketentuan hukum yang ada,” tuturnya.

Berkaitan dengan tidak aktifnya Lurah Bagan Besar dan Gurun Panjang itu, menurut wako, pihaknya akan segera menempatkan pejabat sementara. Hal itu dipandang penting agar proses pelayanan terhadap masyarakat tidak terkendala. Hanya saja, sebelum pjs ditetapkan, tugas dan kewenangan kedua lurah itu serahkan sementara kepada sekretaris kelurahan.

Dikatakan wako pula, dengan tertangkapnya kedua lurah itu mestinya menjadi pelajaran bagi aparatur pemerintahan dan semua pihak untuk tidak mendekati hal-hal yang berhubungan dengan narkoba. Sebab, bila ketahuan dan berlanjut pada proses hukum, dampak negatifnya akan sangat besar.

“Seperti yang terjadi kedua lurah itu. Nama baik hancur, keluarga malu dan status kepegawaian pun terancam. Untuk itu, jangan dekati hal-hal demikian,” ujar wako mengingatkan.(rpg/dpo)

Prisia Aktris Terbaik FFI 2011

Written By dupor dp on 12 December 2011 | 04:37

JAKARTA - DumaiPortal.com - Prisia Nasution si Ronggeng Dukuh Paruk di film Sang Penari, berhasil terpilih sebagai Pemeran Utama Wanita Terbaik dalam Festival Film Indonesia (FFI) 2011 di Jakarta, Sabtu (10/12) malam tadi. Prisia menyingkirkan saingan lainnya Dinda Hauw (Surat Kecil untuk Tuhan), Fanny Fabriana (True Love), Gita Novalista (The Mirror Never Lies) dan Salma Paramitha (Rindu Purnama).

Sang Penari juga dinobatkan sebagai Film Terbaik.

“Terima kasih kepada Tuhan, saya merasa tersanjung dengan penghargaan ini,” ujar Prisia.

  Dewi Irawan yang juga berperan di film Sang Penari, keluar sebagai pemenang untuk kategori Pemeran Pendukung Wanita Terbaik. Hingga berita ini diturunkan, Sang Penari sudah meraih tiga Piala Citra, termasuk Sutradara Terbaik yang diraih Ifa Isfansah. Film Masih Bukan Cinta Biasa  hingga berita ini diturunkan sudah meraih dua Piala Citra, yakni Penulis Skenario Terbaik dan Penata Suara Terbaik,  dan Mirror Never Lies juga meraih dua Piala Citra, yakni Penulis Cerita Asli Terbaik dan Penata Musik Terbaik.

Di bagian lain, film Bermula Dari A terpilih sebagai Film Pendek Terbaik, sementara kategori Film Dokumenter Terbaik dimenangkan oleh Donor ASI.  Dalam kategori lainnya, Aline Jusria dan Dinda Amanda dinobatkan sebagai Penyunting Gambar Terbaik lewat film Catatan Harian Si Boy.

Dua film yang berbeda garapan sutradara Hanung Bramantyo juga membawa pulang Piala Citra. Film ? berhasil memenangkan kategori Pengarah Sinematografi Terbaik lewat Yadi Sugandi, dan Pengarah Artistik Terbaik, Fauzi, di film Tendangan dari Langit.

Penghargaan bergengsi malam tadi untuk kategori  Sutradara Terbaik, Ifa berhasil menyingkirkan nominator lain seperti Benni Setiawan (Masih Bukan Cinta Biasa), Hanung Bramantyo (?) dan Tendangan dari Langit serta Kamila Andini (Mirror Never Lies).

Sementara itu Oka Antara tampil memukau saat memerankan tokoh Rasus di Sang Penari, gagal membawa pulang Piala Citra sebagai Aktor Terbaik FFI 2011. Oka dikalahkan oleh Emir Mahira yang berperan di film Rumah Tanpa Jendela. Pesaing lainnya untuk kategori tersebut adalah Alex Komang  (Surat Kecil untuk Tuhan), Ferdy Tahier (Masih Bukan Cinta Biasa) dan Tio Pakusadewo (Tebus).(dpo)


Peraih Piala Citra 2011
- Film Terbaik:     Sang Penari
- Pemeran Utama Pria Terbaik:     Emir Mahira
- Pemeran Utama Wanita Terbaik:     Prisia Nasution (Sang Penari)
- Pemeran Pendukung Pria Terbaik:     Mathias Muchus (Pengejar Angin)
- Pemeran Pendukung Wanita Terbaik:     Dewi Irawan (Sang Penari)
- Sutradara Terbaik:     Ifa Irfansyah (Sang Penari)
- Sutradara Pendatang Baru Terbaik:     Kamila Andini (The Mirror Never Lies)
- Penulis Skenario Terbaik:     Benni Setiawan (Masih Bukan Cinta Biasa)
- Penulis Cerita Asli Terbaik:     Kamila Andini (The Mirror Never Lies)
- Pengarah Sinematografi Terbaik:     Yadi Sugandi (?)
- Pengarah Artistik Terbaik:     Fauzi (Tendangan dari Langit)
- Penyunting Gambar Terbaik:     Aline Jusria & Dinda Amanda (Catatan Harian Si Boy)
- Penata Suara Terbaik:     Adityawan Susanto & M Ichsan Rachmaditta (Masih Bukan Cinta Biasa)
- Penata Musik Terbaik:     Thoersi Argeswara (The Mirror Never Lies)

Wali Kota Dumai Marah Besar

Written By dupor dp on 11 December 2011 | 19:44

DUMAI - Wali Kota Dumai, Khairul Anwar, marah besar. Wako mengaku tidak akan membantu bila keduanya memang  terbukti terlibat dengan narkoba.

"Perilaku kedua lurah untuk mencoreng citra dan nama baik pegawai negeri sipil. Kita tidak akan tolerir dan bantu," ujar wako.

Pernyataan Wali Kota Dumai itu disampaikan Wazir, staf Humas Pemko Dumai. Menurut Wazir, Wako sudah mendapatkan laporan perihal tertangkap dua lurah itu di Duri, Kabupaten Bengkalis.

"Ya. pak wako bilang tidak akan membantu kedua lurah itu. Kita serahkan semuanya pada proses hukum," jelas Wazir pula.

Dikatakan Wazir, pula disaat aparat, PNS dan warga Dumai sibuk mempersiapkan kegiatan perayaan Hari Nusantara yang Selasa (13/12) acara puncaknya, kedua aparatur pemerintah itu malah berbuat hal-hal yang tidak sepantasnya. "Saat banyak Dumai banyak tamu, mereka malah merusak citra PNS daerah ini. Pak wali marah besar," ujarnya.

"Sesuai aturan kepegawaian, bila nanti mereka mendapatkan hukuman di atas empat tahun, maka mereka akan diberhentikan sebagai PNS. Pak Wali pun menyebutkan hal itu. Jadi, kita serahkan proses hukumnya kepada petugas," tambah Wazir.

Sebagaimana terungkap, Lurah Gurun Panjang, Ruswan (48) dan Lurah Bagan Besar, Hasan Basri (55), ketangkap sama petugas Polsek Mandau yang tengah menggelar razia di Simpang Bangko. Pada razia Sabtu (10/12/11) malam sekitar pukul 23.00 WIB itu, petugas mendapatkan satu paket sabu-sabu yang disembunyikan dalam kotak rokok.

Dua lurah ini lagi 'bermalam minggu' di lokalisasi Bukit Pertama yang berjarak 65 km dari Dumai. Malam itu, saat keduanya tengah berada di lokalisasi, juga ada razia. Meski sempat digeledah petugas razia, namun tidak didapatkan sesuatu yang bertentangan dengan hukum dari kedua lurah itu. Mereka lolos dari razia di lokalisasi.

Namun, nasib baik sepertinya belum berpihak pada mereka. Saat sudah berada di luar lokalisasi dan sudah menuju arah pulang ke Dumai, mereka kembali dicegat petugas razia di Simpang Bangko.

Petugas razia menggeledah mobil yang mereka pakai. Dan saat menggeledah badan, petugas mendapatkan kotak rokok yang berada di pakaian. Tak lengah, kotak rokok itu pun diteliti petugas. Kecurigaan petugas ternyata tidak sia-sia. Dari sebuah kotak rokok didapatkan plastik yang berisikan serbuk berwarna putih. Sabu-sabu ternyata.(dpo)

Demo Mahasiswa Dumai

 
DUMAI - DumaiPortal.com - Puluhan mahasiswa anti korupsi gabungan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Dumai dan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Dumai turun ke jalan memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia, Jumat (9/12).
 
Mahasiswa meminta agar pemerintah dan aparat hukum menindak tegas praktik korupsi yang terjadi di Dumai. Salah satunya yang jelas dan terlihat dengan mata telanjang di pinggir Jalan Soekarno-Hatta adalah aktivitas menumpahkan BBM bersubsidi Pertamina ke penampung ilegal.

Koordinator Lapangan (Korlap) aksi mahasiswa Vernando mengatakan, aktivitas "kencing minyak ini termasuk kategori praktik korupsi sesuai UU nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi. Generasi intelektual Dumai ini meminta polisi agar merazia secara intens tempat penampungan BBM tersebut dan memberantas segala praktik korupsi yang terjadi di Dumai.

"Kami meminta Kapolres Dumai agar menertibkan tempat-tempat kencing minyak ilegal ini. Mahasiswa akan terus mengawasi kasus ini sampai selesai diberantas," kata Vernando dalam orasinya.

Bawa Sabu, Dua Lurah Dumai Ditangkap

DURI - DumaiPortal.com -  Dua lurah Dumai, yakni Lurah Gurun Panjang, Ruswan (48) dan Lurah Bagan Besar, Hasan Basri (55), Kecamatan Bukit Kapur, Kota Dumai yang sejak tadi malam, Sabtu (10/12/11) mendekam dalam tahanan Polsek Mandau, Kabupaten Bengkalis. Keduanya ditangkap setelah kedapatan menyimpan narkotika jenis sabu-sabu dalam sebuah bungkus rokok.

Nasib kedua lurah itu memang lagi apes betul. Betapa tidak. Lolos dari razia di lokalisasi Bukit Permata, namun kedua lurah itu justru tertangkap di Simpang Bangko. Mereka terjaring razia dilakukan dipertigaan jalan itu.

Informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber, aparat hampir saja kecolongan dan membiarkan keduanya bebas dari jeratan hukum. Pasalnya, sebelum ditangkap sekitar pukul 23.00 WIB, keduanya sempat lolos dari diperiksa petugas yang dipimpin langsung Wakil Kepala Polisi Sektor Mandau (Wakapolsek) AKP Daud Sianturi yang melakukan razia di Lokalasasi Pelacuran Bukit Permata atau Duri 13.

Saat menghadapi razia di lokalisasi itu, mereka tidak kedapatan membawa barang haram itu. Malam itu, kedua aparat pemerintahan itu memang tengah lagi enjoy di lokalisasi yang berjarak 60 km dari Kota Dumai itu.

Seperti dilansir riauterkini.com, lolos dari razia di lokalisasi tersebut, keduanya terjerat di Simpang Bangko. Dari pemeriksaan petugas yang melakukan razia, di mobil mereka ditemukan satu paket sabu-sabu yang disimpan dalam kotak rokok.

Keduanya tidak berkutik, saat petugas mengiring keduanya ke kantor polisi. Kedua PNS ini kini tengah diperiksa dan ditahan di Mapolsek Mandau.(rtc/dpo)

Jalan Sinaboi- Dumai Terkendala Lahan

Written By dupor dp on 10 December 2011 | 20:19

BAGANSIAPI-API - DumaiPortal.com - Rencana jangka panjang pembangunan di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) nampaknya belum dapat berjalan optimal. Terutama program pembangunan infrastruktur fisik di kecamatan kecamatan banyak terbentur masalah persoalan lahan.

Menurut Wakil Bupati Rohil, H Suyatno, bentuk pembangunan infrastruktur fisik didaerah tidak terlepas dari persoalan lahan. Dan, jika terkendala masalah pembangunan tidak dapat berjalan. “Setelah dilakukan survei ternyata wilayah itu masuk kedalam kawasan HPH PT Diamont Timber, akhirnya, pembangunan menjadi macet, padahal kita sudah otonomi daerah,”kata Suyatno kepada Wartawan, kemarin .

Wabup mencontohkan, terhambatnya rencana kerjasama pembangunan Jalan Sinaboi-Dumai sepanjang 55 kilometer antara pemerintah propinsi Riau dengan pemerintah daerah Kabupaten Rohil, salah satunya terkait persoalan lahan milik HPH PT Diamont Timber yang berada dikawasan tersebut.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan, sebut Suyatno akhirnya pihak kementerian kehutanan memberikan solusi dengan cara memberikan izin pinjam pakai, karena wilayahnya masuk kedalam kawasan HPH milik perusahaan kayu tersebut.

“Setelah kita ekspos digedung daerah Pekanbaru, tentang rencana pembangunan jalan yang terbentur lahan HPH itu, akhirnya pihak kementerian siap membantu dengan memberikan izin pinjam pakai lahan tersebut,” urainya.

Tujuan pembangunan Jalan Lintas Sinaboi-Dumai, sebutnya karena kedua daerah dinilai memiliki potensi besar bagi perkembangan kawasan industri. Disisi lain, banyak dampak positifnya dengan terbukanya jalan tersebut diantaranya membuka keterisoliran daerah serta berkembangnya ekonomi masyarakat dan terbukanya lapangan pekerjaan.

“Banyak manfaat yang dapat diperoleh dengan terbukanya akses jalan lintas tersebut. Apalagi, Kabupaten Rohil sendiri sudah ditunjuk sebagai daerah penyangga dan Kota Dumai sebagai daerah pengolahanya (penampung), dengan memiliperkebunan sawit terbesar," jelas Suyatno.

Oleh karena itu, tambahnya, diharapkan para peserta bimtek untuk mengambil ilmu serta lebih serius mengikuti pelatihan ini sebab, ilmu yang didapat ini sangat baik untuk kerja dilapangan nantinya.(dpc/dpo)

Kejari Dumai Tangani Lima Kasus Korupsi

Written By dupor dp on 9 December 2011 | 18:48

DUMAI - DumaiPortal.com - Hingga Desember 2011, pihak Kejaksaan Negeri Dumai memproses lima perkara yang berkaitan dengan tindak pidana khusus korupasi. Dan berhasil diselamatkan kerugian negara sebesar Rp1,26 miliar lebih dari berbagai kasus tindak pidana korupsi yang dibawa ke persidangan.

"Uang negara yang kita selamatkan dari kasus tindak pidana korupsi di Kantor Navigasi Dumai," tutur Agita Tri M SH, Plh Kepala Kejaksaan Negeri Dumai, Jumat (9/12/11).

Agita menyebutkan bahwa penyelamatan uang negara dalam tindak pidana korupsi merupakan hal yang penting diupayakan. "Selain memberikan ganjaran terhadap pelaku, pengembalian atau penyelamatan uang negara merupakan point yang harus dikerjar," tuturnya.

Dijelaskan, pihaknya juga telah berhasil mengamankan uang negara dari hasil uang pelelangan dan rampasan sebesar Rp 12.481,000 dari kasus tidak pidana korupsi dan kepabeanan.

"Hingga November, uang negara yang berhasil diselamatkan berjumlah Rp 1.263.964.341. Dari penyelesaian kasus tindak pidana korupsi dan kepabeanan. Dalam setahun ini juga telah dijebloskan ke penjara 2 tersangka korupsi. Yakni terdakawa dalam kasus PDAM," kata Agita.

Perkara tindak pidana khusus hingga Desember yang masih dalam penyidikan pihaknya sebanyak 3 perkara. Yakni kasus tindak pidana korupsi di PT Jasa Raharja Dumai dan Navigasi Dumai. "Direncanakan, awal tahun mendatang, kasus tersebut sudah bisa dibawa ke persidangan," jelasnya.

Dikatakan, dari tindak pidana korupsi PT Jasa Raharja yang kini memasuki tahap penuntutan atau tahap I, berpotensi merugikan keuangan negara sebesar Rp 1.308.703.400 dengan 2 tersangka. Sedangkan dari kasus tindak pidana korupsi perkara Kantor Navigasi yang masih tahap penyidikan berpotensi keuangan daerah dirugikan sebesar Rp 2.351.483.341. Kasus ini melibatkan 3 tersangka.

"Selaku institusi negara yang berwenang melakukan upaya penegakkan hukum, Kejari Dumai telah melakukan berbagai upaya kongrit untuk menangani dan memberantas praktik kejahatan korupsi," ujarnya.

Sebagaimana yang banya dialami daerah lain, dengan melakukan persidangan tindak pidana korupsi di Pengadilan Tipikor yang berada di ibukota provinsi, akan menimbulkan kendala dan hambatan bagi perkara yang ada di daerah. "Terutama dalam membawa saksi ke persidangan. Bagi kita di Dumai misalnya, tentu harus memerlukan waktu yang tidak cukup sehari untuk menjalani persidangan di Pekanbaru," tuturnya.

Mahasiswa Persoalkan 'Kencing Minyak'

DUMAI - DumaiPortal.com - Puluhan mahasiswa anti korupsi gabungan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Dumai dan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Dumai turun ke jalan memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia, Jumat (9/12) tadi.

Sebelum menggelar orasi, para mahasiswa long march dari depan Ramayana menuju Mapolres Dumai, Jalan Jenderal Sudirman. Perjalanan para pendemo yang dilengkapi dengan spanduk dan poster itu mendapatkan pengawalan aparat polisi.

Dalam orasinya, mahasiswa meminta agar pemerintah dan aparat hukum menindak tegas praktik korupsi yang terjadi di Dumai. Salah satunya yang jelas dan terlihat dengan mata telanjang di pinggir Jalan Soekarno-Hatta adalah aktivitas menumpahkan BBM bersubsidi Pertamina ke penampung ilegal.

Koordinator Lapangan (Korlap) aksi mahasiswa Vernando mengatakan, aktivitas "kencing minyak ini termasuk kategori praktik korupsi sesuai UU nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi. Generasi intelektual Dumai ini meminta polisi agar merazia secara intens tempat penampungan BBM tersebut dan memberantas segala praktik korupsi yang terjadi di Dumai.

"Kami meminta Kapolres Dumai agar menertibkan tempat-tempat kencing minyak ilegal ini. Mahasiswa akan terus mengawasi kasus ini sampai selesai diberantas," kata Vernando dalam orasinya.

Mereka juga minta semua pihak yang terkait dalam penggunaan anggaran daerah dan pemain ilegal supaya menghentikan praktek yang dapat merugikan keuangan negara. Pernyataan sikap lainnya, agar aparat hukum tidak tebang pilih dalam mengusut kasus korupsi yang pada akhirnya akan menodai perjuangan membangun bangsa dan negara.

Menanggapi hal itu, Kasubag Humas Polres Dumai, AKP Suwarji, mengatakan, bahwa apa yang disampaikan itu akan menjadi motivasi serius dalam menuntaskan kasus dugaan korupsi yang terjadi di Kota Dumai. Namun untuk menuntaskan permasalahan itu, tentunya polisi harus memiliki bukti akurat sehingga prosesnya bisa dilanjutkan ke ranah hukum hingga pengadilan.

“Apa yang adik-adik sampaikan ini menjadi motivasi kami dalam menuntaskan kasus korupsi. Mengingat hal itu, tentunya pemberantasan korupsi harus memiliki data akurat, sehingga prosesnya bisa dilajutkan di pengadilan. Sedangkan menggenai apa yang adik-adik sampaikan tentang kasus kecing minyak di sepanjang jalan Sukarno Hatta itu, siapa yang dirugikan? Sebab pihak perusahaan tidak ada melaporkan kasus itu. Semua minyak yang sudah dikeluarkan itu sesuai dengan takarannya ketika disalurkan ke tempat yang mana akan menerimanya,” jelasnya.(dpo)

DAS Sungai Dumai Ditanami 5.500 Mangrove

DUMAI - DumaiPortal.com - Dilakukan penanaman 5.500 bibit mangrove dalam kegiatan Gerakan Bersih Pantai dan Laut (GBPL), Kamis (8/12) kemarin. Kegiatan yang dihadiri Wakil Wali Kota Dumai itu dipusatkan di dermaga D PT Pelabuhan Indonesia I Cabang Dumai.

Kegiatan ini ditaja Kantor Lingkungan Hidup Kota Dumai berkoordinasi dengan Administrator Pelabuhan Dumai dan segenap instansi terkait maupun masyarakat, LSM, perusahaan, pelajar dan mahasiswa.

Selain melakukan pembersihan sampah dan kotoran yang mencemari perairan pantai dalam kegiatan nasional menghadapi helat akbar Hari Nusantara (Harnus) ke-XII pada 13 Desember mendatang panitia daerah juga melakukan penanaman 5.500 bibit pohon mangrove.

Syafruddin SH, koordinator pelaksana kegiatan menyebutkan, kegiatan penghijauan pantai tersebut dilakukan disepanjang bibir pantai kota Dumai di enam lokasi yang berbeda. Mulai dari KID sampai dengan muara sungai Dumai.

"Kegiatan yang dilakukan secara nasional ini bertujuan mendorong peran serta masyarakat dalam pengendalian pencemaran laut. Sementara itu, penanaman mangrove, dimaksudkan untuk mempertahankan kawasan daratan pesisir pantai supaya tidak terkikis dorongan air gelombang laut," jelas Kasi Lala Adpel Dumai itu.

Setelah mangrove ini ditanam, tambahnya, akan diupayakan pemeliharaan hingga tumbuh dengan baik oleh masyarakat yang peduli dan cinta laut. Dengan demikian diharapkan, keberadaan tanaman pencegah abrasi tersebut dapat tumbuh dan berkembang.

Pembersihan pantai itu mengambil rute penyisiran di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Sungai Dumai yang dewasa ini sering mengalami pendangkalan dan penyempitan. Dimulai dari muara Sungai Dumai hingga ke pelabuhan rakyat Ayan.

''Kegiatan ini diikuti oleh 500 peserta yang dibagi merata ke enam lokasi dengan demikian    diharapkan gerakan penghijauan dan kegiatan bersih pantai berjalan efektif di sepanjang bibir pantai kota Dumai,'' ujarnya.

Warga Demo, Tuntut Pembangunan Jembatan

Written By dupor dp on 8 December 2011 | 07:42

DUMAI -DumaiPortal.com - Warga Kecamatan Sungai Sembilan mendesak Pemoko Dumai untuk segera melakukan pembangunan jembatan Sukadamai, Bangsal Aceh. Akibat ambruknya jembatan sementara itu, perkampungan warga itu pun terisolasi.

Karena belum adanya upaya yang dilakukan, Rabu (7/12) kemarin, ratusan warga menyampaikan tuntutannya ke kantor DPRD Dumai dan kantor Wali Kota Dumai. “Kami datang ke sini hanya menuntut janji pasangan KUAT ‘Khairul Anwar dan Agus Widayat’, yang  berjanji akan membangun jembatan tersebut," sebut Awaluddin, koordinator aksi warga tersebut.

Sebagai jalan yang menghubungkan perkampungan warga menuju Sungai Sembilan dan pusat kota, warga sangat memerlukan jalan yang baik dan bisa dilewati. Dewasa ini, sebutnya, bukan saja menyebabkan warga kesulitan lewat, malah sudah terisolasi. "Warga tidak bisa lewat lagi," jelasnya.

Aksi warga mendapatkan kawalan dari puluhan petugas polisi, juga minta kepada Pemko Dumai untuk melakukan perbaikan jalan Purnama hingga Lubuk Gaung. "Sekarang kondisinya sudah hancur total," ujarnya.

Para pendemo minta agar pihak pemko memperhatikan keluhan dan kesulitan yang terjadi dengan warga. Terutama yang berkaitan dengan sarana dan prasarana jalan. "Jangan terlalu banyak juga dengan kegiatan seremonial. Perhatikan warga!" teriak mereka.
Warga meminta DPRD Dumai selaku wakil mereka menyampaikan aspirasi tersebut kepada pemerintah.

Wakil Ketua DPRD Kota Dumai, H Zainal Abidin SH, yang menemui warga mengatakan pihaknya akan memanggil Camat Sunhai Sembilan dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk mendudukan masalah yang disampaikan warga tersebut.

“Siang ini, kami akan memanggil Camat Sungai Sembilan dan Dinas PU untuk duduk secara bersama dalam mengatasi masalah ini Kita harapkan persoalan ini dapat diselesaikan sesegera mungkin," tuturnya.

Mendapatkan kepastian tersebut dari Wakil Ketua DPRD, warga pun lega. Tak lama kemudian, rombongan warga yang datang dengan belasan truk itu pun membubarkan diri. "Kita tunggu realisasinya," ujar Awaluddin pula.

Dipermasalahkan, Logo PT CPI di Tugu

DUMAI - PortalDumai.com - Pembangunan tugu selamat datang di perempatan jalan yng dulunya dikenal dengan nama bundaran meriam dipermasalahkan. Meski menggunakan ABPD, namun pada di ornamen tugu tersebut terdapat logo PT Chevron Pacific Indonesia.

Anggota Komisi III DPRD Dumai, Hasrizal mensinyalir indikasi dugaan mengaburkan anggaran APBD Dumai dalam proses pembangunan tugu yang menampilkan logo perusahaan swasta perminyakan itu.

"Sepertinya ada niat untuk mengaburkhan anggaran pembangunan dana APBD Dumai. Tidak mungkin pembangunan yang berasal dari APBD muncul logo PT CPI. Ada apa ini?" tanya.

Dikatakannya, jika ada bantuan dari pihak ketiga, hal itu harus dibicarakan dengan anggota DPRD. Karena hal itu sudah diatur dalam peraturan daerah. "Ada upaya kesengajaan untuk mengaburkhan anggaran APBD tersebut. Bisa diduga kuat unsur korupsinya," tegasnya kembali.

Hasrizal mengungkapkan, dalam pembahasan APBD beberapa waktu lalu, secara pasti dirinya mengetahui bahwa pembangunan tugu tersebut di anggarkhan di APBD, dan hal itu bisa di lihat melalui proses pembangunannya yang masih mengunakan panplet proyek dari intansi terkait. Namun, dipertengahan pembangunan yang hampir rampung 80 persen, terdapat logo sebuah perusahaan, hal ini sudah bertantangan peraturan yang ada.

"Seharusnya di sana logo Riau dan logo Kota Dumai. Bukannya bukan logo PT CPI. Apa perlunya ada logo perusahaan di sana. Dan kalau harus ada, kenapa hanya PT CPI. Banyak perusahaan yang beroperasi di Dumai dan mereka pasti juga mau menampilkan logo perusahaannya," tuturnya.(rtc/dpo)

Proyek Terkendala, Pengusaha Lapor Bupati

Written By dupor dp on 7 December 2011 | 14:28

RUPAT - DumaiPortal.com – Dampak dari penangkapan dan penahanan tugboat yang membawa material proyek oleh kapal patroli Mabes Polri di perairan Pulau Rupat menyebabkan aktifitas pelaksanaan proyek terhenti. Sebab, pengusaha tidak berani membawa material dari Tanjung Balai Karimun meski telah melakukan kontrak pembelian.

“Bila kemudian kena tangkap pula seperti material PT Gunung Putri Indah itu, kita tangguhkan pengangkutan. Padahal material itu sudah dibayar, tingga bawa saja,” tutur Aswandi, salah seorang kontraktor yang tengah mengerjakan proyek di Pulau Rupat.

Tidak saja Aswandi, sejumlah pengusaha lainnya juga bersikap yang sama. Meski menyebabkan pelaksanaan proyek menjadi terkendala, tetapi penangkapan yang dilakukan petugas itu membuat para pengusaha panas dingin juga.

“Material yang kita bawa itu bukan sedikit. Untuk keperluan proyek saya saja dibutuhan sebanyak 6000 ton base B. Untuk itu paling tidak ada empat kali pengapalan. Bila satu saja kena tahan, wah terancam semuanya,” ungkap Syafei.

Berkaitan dengan tersendatnya pelaksanaan proyek di Pulau Rupat akibat penahanan salah satu tugboat, sejumlah pengusaha pun telah melaporkan masalah tersebut kepada Bupati Bengkalis dan Dinas PU Bengkalis. “Kita pastikan penyelesaian proyek tidak akan tepat sebagaimana jadualnya. Makanya, kita harus melaporkan permasalahan ini kepada bupati dan Dinas PU,” sebut Syafei pula.

Alasan pengangkapan terhadap kapal membawa material proyek dari Kepri yang disebutkan harus mendapatkan izin Menteri Pertambangan juga terlalu dipaksakan. Undang-undang No 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara tidak ada menyebutkan bahwa untuk melakukan penjualan atau pengangkutan ke luar provinsi harus mendapatkan izin menteri.

UU yang terdiri dari 25 Bab dan 173 Pasal itu menyebutkan bahwa izin Menteri Pertambangan itu hanya untuk pertambangan khusus (PK). Sementara untuk usaha pertambangan (UP) atau pertambangan rakyat (PR) bisa dikeluarkan oleh bupati/walikota atau gubernur.

Dalam undang-undang tersebut dijelaskan bahwa hanya pemegang izin usaha pertambangan khusus (IUPK) eksplorasi yang ingin menjual mineral logam atau batubara wajib mengajukan izin sementara untuk melakukan pengangkutan dan penjualan. Izin diberikan oleh Menteri Pertambangan.

“Dan UU itu tidak menyebutkan ada larangan untuk penjualan dan pengangkutan antar provinsi. Tetapi dijelaskan bahwa untuk membawanya ke luar dari wilayah operasi harus mendapat izin,” ujar Aswandi pula.

Anehnya lagi, sebut mereka, bila mengikuti ketentuan UU tahun 2009 itu mestinya larangan tersebut sudah berlaku semenjak dua tahun lalu. “ Tahun lalu dan tahun sebelumnya, tidak ada masalah dengan membawa material base atau pasir dari Karimun. Baru dalam tahun ini pula diperlukan begini,” ujar mereka.(rpg/dpo)

Gubri 'Malas' ke Dumai

Written By dupor dp on 6 December 2011 | 08:07

DUMAI - DumaiPortal.com - Belum dapat dipastikan apakah ini dikarenakan perseteruan soal penetapan Sekda Dumai. Namun, kenyataannya Gubri mulai malas datang ke Dumai. Terbukti, dalam berbagai pelaksanaan persiapan Harnus, Gubri selalu diwakili.

Senin (5/12/12 telah diagendakan akan mengadakan kunjungan kerja ke Kota Dumai untuk meninjau persiapan lokasi peringatan Hari Nusantara (Harnus) XII, tapi akhirnya Sang Gubernur pun tak datang. Alasannya, ada keperluan tugas mendadak.

Rencana kedatangan Gubernur Riau Rusli Zainal untuk meninjau lokasi Harnus hari ini juga disebarluaskan Bagian Humas dan Infokom Sekretariat Daerah Kota Dumai ke sejumlah wartawan. Namun, orang nomor satu itu tak tampak hadir. Dia diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Riau H. Wan Syamsir Yus.

Sebelumnya, berbagai agenda penting terkait persiapan Harnus dan rangkaian kegiatan Hanus lainnya juga tak dihadiri gubernur. Padahal, kegiatan tersebut dihadiri menteri dan pejabat penting lainnya dari pemerintah pusat. Salah satunya kegiatan Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitardanus) XXXII yang dibuka Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono baru-baru ini, juga tak dihadiri gubernur.

“Pak Gubernur ada tugas penting, sehingga tak bisa datang,” ujar Wan Syamsir Yus, Sekdaprov Riau, ketika dikonfirmasi wartawan di sela-sela kunjungan kerjanya meninjau persiapan lokasi Harnus di Terminal Agro Binis, Purnama, Kecamatan Dumai Barat, Senin (5/12).

Turut serta dalam rombongan kunker Sekdaprov Riau terlihat Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Irwan Effendi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum SF Hariyanto dan Kabiro Humas Riau Chairul Riski, serta sejumlah pejabat Riau lainnya.

Sekdaprov Riau Wan Syamsir Yus mengatakan persiapan lokasi Harnus sudah mencapai 90 persen. Meski demikian, dia mengharapkan kepada Pemko Dumai sebagai tuan rumah untuk segera menuntaskan persiapannya hingga mencapai 100 persen. Salah satu persiapan utamanya adalah lapangan tempat dilangsungkan upacara militer, yang akan dipimpin Wakil Presiden RI, Budiono.(dpo)

Terbanyak Dibaca